Pendidikan: Satu-satunya Jalan Keluar dari Kehancuran Generasi*
Pendidikan: Satu-satunya Jalan Keluar dari Kehancuran Generasi
*PenaYonda 🖋️*
Hanya pendidikan yang membebaskan orang dari kehancuran, keterpurukan, kesenjangan, pembodohan, dan dominasi. Lima indikator ini bukan sekadar kata-kata yang menakutkan. Ini kacamata menuju dari masa depan yang sedang kita perjuangkan hari ini.
Kalau kita diam dan Lola, 20 tahun ke depan kita akan menuai generasi yang rapuh dan penghancur negeri Papua yang kita cintai. Generasi yang kalah sebelum bertanding karena tidak punya bekal nalar, keterampilan, dan keberanian berpikir. Kehancuran tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh dari kesenjangan akses belajar, dari pembodohan yang dinormalisasi, dari dominasi yang membuat anak muda takut bersuara.
Kita masih punya peluang. Pilihan itu sederhana tapi berat: belanja pendidikan atau belanja konflik. Setiap tahun miliaran rupiah habis untuk konflik — konflik politik, konflik sosial, konflik anggaran yang tidak pernah selesai. Bayangkan jika angka yang sama kita alihkan untuk membangun manusia Papua melalui sektor pendidikan, benahi hak guru dengan layak, menyediakan buku, internet, dan ruang aman untuk bertumbuh menjadi kuat melalui pendidikan.
Pendidikan bukan sekadar gedung dan seragam. Pendidikan adalah alat pembebasan. Ia memutus rantai kemiskinan struktural, mempersempit jurang kesenjangan, dan melawan pembodohan massal yang sengaja dipelihara agar rakyat mudah dikendalikan. Orang yang berpendidikan tidak mudah didominasi. Ia tahu haknya, tahu cara berargumen, dan tahu kapan harus menolak.
Waktunya tidak banyak. Generasi yang hari ini duduk di SD akan jadi penentu arah bangsa 20 tahun lagi. Kalau sekarang kita pelit pada pendidikan, besok kita akan boros membayar kehancuran. Jadi pilihannya jelas. Hentikan belanja konflik. Mulai belanja pendidikan. Sebelum terlambat.
*O Yime Nit Niname O*

Komentar