Sekolah yang jujur: Menolak Jual beli lembar jawaban
Oleh: Evis Yoman,S.Pd
Ada sekolah yang tidak lulus beberapa siswa kh?
Pertanyaan sederhana ini membuat penulis melihat fenomena pendidikan di Papua dengan persepsi yang berbeda.
Sekolah yang jujur dan bertanggung jawab adalah sekolah yang tidak luluskan siswanya 100%. Kenapa demikian? Karena beberapa siswa tidak lulus itu pertanda bahwa sekolah tersebut ujian dengan kemampuan siswa sendiri bukan disodorkan jawaban oleh panitia ujian sekolah.
Pernyataan ini logis dan dapat memastikan sekolah tidak memedulikan kuantitas tapi menjaga kualitas sumber daya manusia. Inilah bukti persepsi yang berbeda pada artikel ini.
Kasus lulus 100% biasanya pihak dinas pendidikan siapkan soal dan lembar jawaban. Lalu jual lembar jawaban kepada panitia ujian sekolah. Ini bukan hal baru tapi sudah menjadi rahasia kuno.
Bila, jual beli lembar jawaban ini dibiarkan, maka, satuan pendidikan sedang dijadikan tempat mata pencarian uang oleh pihak-pihak yang terlibat secara langsung.
Memberikan lembar jawaban pada saat ujian sekolah adalah penghinaan terhadap para guru-guru. Pengabdian yang melibatkan waktu, daya dan dana oleh para guru-guru tidak ada nilainya (hampa). Lulus 100% adalah langkah pembubuhan kemampuan akademik siswa dan merendahkan kemampuan pedagogik para guru-guru selama 3 tahun pembelajaran.
Dengan pandangan seperti ini, maka muncullah penilaian terhadap sekolah-sekolah yang diluluskan 100%. Bahwa, ada indikasi transfer uang dengan lembar jawaban.
Hal ini sangat urgen untuk evaluasi mekanisme pelaksanaan ujian sekolah sebagai upaya untuk menghidupkan kualitas sumber daya manusia secara adil dan berkualitas.
Mari para guru-guru! kita jujur dengan amanah janji gelar S.Pd dan hargai pengabdian kita serta kemampuan pedagogik secara terhormat dengan melakukan ujian seadanya tapi bernilai dan profesional mengasah sumber daya generasi Tanah Papua.
PenaYonda
05-05-2026


Komentar