Bahasa Asli(Hubula)
Ada tradisi yang tumbuh lama, mengikis kekayaan paling mendasar yaitu bahasa asli/daerah/lokal/ibu (maksudnya sama saja).
Peserta didik (PD) di sekolah, diwajibkan bahasa Indonesia. Banyak PD yang memilih diam bukan karena malas bicara, tapi takut salah ucap BHS Indonesia.
Sekolah yang seharusnya menumbuhkan keberanian, justru menanamkan ketakutan. Hal ini terlihat tapi jarang diberi solusi nyata.
PD atas nama Yali sangat senang cerita pake bahasa Hubula. Ia adalah contoh penutur bahasa Hubula yang aktif. Beberapa kali sempat ditertawakan oleh sebayanya ketika ia keliru melafalkan bahasa Indonesia.
Setelah saya amati, Kondisi yang sama terjadi pada beberapa PD. Saya pikir hal ini perlu benahi. Karena itu saya buat sebuah pandangan baru seperti ini, " setiap PD boleh salah berbahasa Indonesia dan bahasa lain! Tapi tidak boleh salah bahasa sendiri".
Jadi, semenjak itu PD selalu ajak cerita pake bahasa Hubula pas waktu histerahat. Ini bukan promosi tapi ini potret pendidikan di Tanah Papua. Lebih khusus lembah Baliem.
Bayangkan ada berapa banyak generasi yang masih takut dengan bahasa tamu, karena guru belum fasilitasi ruang untuk cerita keseharian mereka dengan bahasanya sendiri.
PenaYonda
📍 Hepuba

Komentar